Ubuntu Klik!


Live your computing life. With Ubuntu.   
Tips
Menampilkan entri 1-10 dari 10.

Membuat Gwibber Bekerja Kembali dengan API Baru Twitter (v1.1)
diposkan oleh Inoe pada 05 Juli 2013, 08:22 WIB
Beberapa waktu yang lalu, saya mendapati Gwibber tiba-tiba tidak bekerja. Tidak bisa meng-update timeline, apalagi mengeposkan twit. Ternyata, mulai 12 Juni 2013, Twitter menonaktifkan API v1 dan menggantinya dengan API v1.1. API merupakan kependekan dari Application Programming Interface, mengatur bagaimana beberapa komponen perangkat lunak saling berinteraksi. Hasilnya, Twitter client yang belum mengimplementasikan API baru tersebut, seperti Gwibber, Choqok, dan Turpial, menjadi tidak bekerja. Pengguna lama akan mendapatinya tidak berfungsi, sedangkan pengguna baru akan mendapat pesan "Authentication Error" ketika berusaha menghubungkan aplikasi dengan Twitter.
Mempercepat Startup Firefox dengan Men-disable Add-ons yang Tidak Perlu
diposkan oleh Inoe pada 10 Oktober 2011, 09:07 WIB
Saya merasa startup Firefox di instalasi Ubuntu 11.04 di laptop saya terlalu lambat, kalau parah, bisa memakan waktu hingga 10 detik atau lebih. Ternyata solusinya mudah. Disable atau hilangkan add-ons. Add-ons yang kita instal memiliki pengaruh pada waktu yang diperlukan untuk startup Firefox. Bahkan, Mozilla sendiri sampai membuat ranking Add-ons yang memiliki dampak signifikan terhadap startup Firefox.
Tags: firefox
Mengembalikan Rhythmbox sebagai Default Music Player di Ubuntu 11.04
diposkan oleh Inoe pada 29 Juni 2011, 11:11 WIB
Ubuntu 11.04 beralih dari Rhythmbox dan menawarkan Banshee sebagai default music player. Namun, banyak yang lebih memilih Rhythmbox yang lebih cepat, stabil, mudah digunakan, dan sederhana.

Lantas, bagaimana kita kembali menjadikan Rhythmbox sebagai default music player sabagaimana rilis-rilis Ubuntu sebelumnya? Tentu saja, pertama kali, kita instal Rhythmbox dari Ubuntu Software Center.
Tags: rhythmbox
Menyesuaikan Tampilan LibreOffice dan OpenOffice.org dengan Tema Gelap
diposkan oleh Inoe pada 20 Mei 2011, 11:15 WIB
Tema gelap terkadang terlihat lebih keren dan elegan. Namun, bisa jadi kita malas menggunakannya ketika menyadari office suite kita tidak begitu bersahabat dengan tampilan tema tersebut. Secara default, LibreOffice dan OpenOffice.org akan mengikuti pola warna dari tema yang kita pakai, dan terkadang tema gelap membuat area ketikan kita menjadi aneh. Apakah hal ini tidak bisa dibenahi? Jangan salah, itu hanya masalah default settings saja :) Mari kita lihat bagaimana kita bisa tetap nyaman bekerja dengan tema gelap.
Menambahkan APT Line PPA tanpa Command Line
diposkan oleh Inoe pada 27 Oktober 2010, 22:00 WIB
Ketika kita hendak menginstal sesuatu yang belum tersedia di daftar repository, biasanya tutorial yang beredar di internet akan menyajikan command line untuk menambahkan repository dari PPA, diikuti update repository dan install package yang dikehendaki.Apakah harus seperti itu? Tentu tidak. Ada cara untuk melakukannya dengan Graphical User Interface (GUI).

Sebagai contoh, kita ambil instalasi tema elementary 2.5 dari OMG! Ubuntu!Elementary adalah salah satu tema yang paling populer untuk Linux.Di sana, terdapat instruksi sebagai berikut:
Memilih Server Software Source
diposkan oleh Inoe pada 14 Juli 2010, 10:02 WIB
Kemarin, teman saya menanyakan lambatnya instalasi software dari Ubuntu Software Center. Ternyata, servernya (Software Source-nya) masih default dan belum disetting ke repository lokal. Karena itu, saya sarankan untuk mengubahnya ke server lokal (Indonesia). Untuk memilih server terbaik bagi lokasi kita, ada dua cara.Pada Ubuntu Software Center, buka menu Edit, dan pilih Software Sources.Pada tab Ubuntu Software, di bagian Download from:, pilih Other....
Note: Software Sources dapat juga dibuka dari menu System > Administration > Software Sources.
Koneksi Internet dengan Modem Tanpa wvdial
diposkan oleh Inoe pada 13 Juli 2010, 17:00 WIB
Ketika mencari tutorial berinternet di Ubuntu, misalnya mengkonekkan modem, kebanyakan kita akan menemukan wvdial. Kita akan disodori koneksi internet dengan menjalankan wvdial di Terminal. Apakah tidak ada cara lain? Lantas, apa gunanya Ubuntu menyediakan Network Manager? :)

Sebenarnya mudah saja. Tanpa mendownload dan menginstal wvdial, koneksi dengan Network Manager Ubuntu bahkan lebih mudah.Jika kita menggunakan modem, syaratnya tentu saja, modem kita harus sudah terdeteksi oleh komputer kita. Jika belum, silakan cari caranya terlebih dahulu, karena untuk tiap modem tidak sama. Secara default, ikon Network Manager terletak di panel atas. Klik kanan Network Manager, dan pilih Edit Connections. Window Network Manager akan muncul.
Entri ini tidak memiliki tag.
Quick Tips: Menyembunyikan Window Hanya dengan Scrolling
diposkan oleh Inoe pada 12 Juli 2010, 23:31 WIB
Mungkin sudah banyak yang tahu tentang hal ini. Namun, bagi yang belum tahu, kita dapat dengan cepat menyembunyikan window yang terbuka dengan men-scroll mouse/touchpad ke atas pada title bar window.

Penggunaannya tergantung kita. Salah satu kegunaan darinya adalah menyembunyikan menu Toolbox dan Layers, Channels, Paths, Undo - Brushes, Patterns, Gradients ketika membuka GNU Image Manipulation Program (GIMP).Terkadang, window Toolbox dan Layers, Channels, Paths, Undo - Brushes, Patterns, Gradients akan mengganggu pengeditan jika gambar yang kita edit besar. Juga, Toolbox akan mengganggu ketika kita hendak mengakses menu bar sehingga kita harus menggesernya terlebih dahulu.
Entri ini tidak memiliki tag.
Menyesuaikan Tema Lama dengan Gaya Baru Lucid Lynx - Tombol Metacity di Kiri
diposkan oleh Inoe pada 01 Juli 2010, 00:36 WIB
Tema default pada Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx, Ambiance, memiliki tombol Metacity di sebelah kiri. Mungkin ada di antara kita yang kurang terbiasa dengannya, tetapi ada pula yang menyukainya. Namun, ketika kita mencoba tema lama yang disediakan, misalnya Dust Sand, hasilnya tombol tetap di kanan. Begitu juga ketika kita menginstal tema favorit lama yang pernah kita pakai untuk Ubuntu versi sebelumnya. Bagi kita yang telanjur jatuh cinta pada style baru ini tetapi ingin mengunakan tema selain Ambiance, kita dapat mengubah tombol-tombol tersebut ke kiri seperti layaknya Ambiance.
Mengatasi Perubahan Format OpenOffice.org - Microsoft Office
diposkan oleh Inoe pada 30 Juni 2010, 00:20 WIB
Hal yang seringkali menjadikan berat bagi kita untuk benar-benar beralih ke Open Source adalah karena ketergantungan kita terhadap aplikasi.Dalam hal ini, office. Kita telanjur merasa bahwa hanya Microsoft Office yang mampu memenuhi kebutuhan kita dalam hal ini, atau lebih tepatnya, kita terperangkap dalam pikiran bahwa format Microsoft Office adalah format baku, di mana aplikasi office yang tidak bisa membuat hal yang bisa dibuat Microsoft Office adalah jelek. Sebenarnya hal itu tidak dapat dibenarkan, karena OpenOffice.org, ataupun aplikasi office lainnya, memiliki format tersendiri di mana mereka dapat mengolah formatnya sendiri dengan baik, tidak kalah dengan bagaimana Microsoft Office mengolah file .docx, .pptx, .xlsx, dan sejenisnya.
© 2010-2017 Asmoro Budi Nugroho.
Ubuntu Klik! adalah blog tentang Ubuntu Operating System, yang terutama difokuskan pada Graphical User Interface (GUI) experience.
Ubuntu and Ubuntu logo are trademarks of Canonical, Ltd.